Tuesday, November 18, 2014

Modus Penipuan Dengan Box Pengaman Meteran Listrik

Hari ini selasa 18 November 2014, kurang lebih jam 09.30 WIB. Kami sekeluarga kedatangan 2 orang tamu dengan mengendarai motor bebek dengan tas kotak hijau berukuran besar ditaruh di bagian depan pengendara motor. Entah berapa nomer plat kendaraannya, bahkan merk sepeda motornya pun saya tidak sempat berfikir untuk memperhatikan.
Pada saat mereka berdua datang mereka langsung bertanya kepada ibu saya " apa benar ini rumah Nyai Purwanti?" katanya. Entah dari mana mereka mengetahui nama ibu saya tersebut? Kemudian ibu saya langsung mempersilahkan mereka masuk, dan tanpa berlama-lama mereka langsung menyodorkan kertas kwitansi pembayaran yang mengatasnamakan program pemutihan dari presiden yang barusaja dilantik yaitu Bpk Presiden Jokowi untuk malakukan pemasangan box pengaman KWH Meter, dan selanjutnya akan memindahkan KWH Meter yang berada disamping rumah agar dipindah ke depan rumah.
Berhubung ibu saya tidak mengerti baca tulis, kemudian ibu saya memanggil ayah saya yang sedang berada di dapur. Pada saat itu saya sendiri juga baru saja selesai menyeduh kopi dan ingin melanjutkan kegiatan saya sehari-hari, saya sendiri hanya seorang blogger yang hanya sibuk di rumah saya sendiri.
Setelah ayah saya menemui kedua tamu tersebut kemudian saya pun ikut datang ke ruang tamu, karena saya sendiri merasakan firasat yang kurang baik kepada kedua tamu tersebut sebelumnya.
Saya duduk agak menjauh dari kedua tamu tersebut seraya memperhatikan pembicaraaan mereka.
Dan entah bagaimana saya sendiri langsung tertarik dengan tawaran-tawaran mereka, diantaranya adalah menaikkan daya tegangan listrik dari 450 watt ke daya 900 watt dengan harga yang lebih murah dari standar yaitu Rp.200.000'- dan juga mengubah KWH listrik pasca bayar menjadi pra bayar (pulsa) dengan harga Rp. 100.000,-
Kalau anda mau bilang bodo atau oon silahkan wong kenyataannya saya setuju, dan membayar dengan harga Rp. 400.000,- dengan rician 50ribu untuk harga BOX PENGAMAN KWH METER, 50ribu+200ribu UNTUK PELAKSANAAN TAMBAH DAYA DARI 450 WATT KE 900 WATT dan 100ribu UNTUK PENGGANTIAN LISTRIK KE PULSA.
Sebelum dibayar mereka juga sempat corat-coret tembok saya di depan rumah yang katanya tanda untuk lokasi yang akan di pasang METERAN, kemudian dibawahnya saya disuruh jebol ubin teras saya sedalam 1,5 meter agar besok pagi tinggal pasang arde serta meterannya.
Dan setelah dibayar langsung dech ngacirrrr tanpa saya punya mata kemana arah perginya ke utara atau ke selatan. Dan setelah itu dech saya dan keluarga mulai bertanya-tanya, "kog gini,,, kog gitu....". Dan gak nyaman banget nich rasanya kaya emang sudah tertipu.
Berhubung perasaan ini mulai terasa tidak nyaman dan galau, setengah jam kemudian saya coba keluar rumah untuk mencari informasi. Dan tragisnya tanpa saya bertanya malah sudah ada ada orang yang memberi tahu kalau di kampung sebelah kampung saya ada beberapa rumah yang sudah di datangi dua orang dengan membawa BOX Pengaman Meteran. Salah satunya ternyata ceritanya lebih tragis dibandingkan dengan dirumah saya. Dirumah itu hanya ada seorang ibu-ibu yang sedang sakit sehingga tidak leluasa berjalan, dia diminta untuk menunjukkan dimana dia menyimpan dompetnya. Ibu itupun kemudian langsung menunjukkan dompet beserta isinya diserahkan, lebih parahnya lagi sang ibu itu diminta untuk menyerahkan giwang (anting) yang dipakainya kemudian disuruh untuk menyerahkan kepada KEDUA MAHLUK bejat tersebut, kemudian meninggalkan BOX PENGAMAN METERAN di tengah jalan. Di tempat itu juga masih tetangga dari ibu itu juga ternyata ada anak yang masih berusia sekitar 12 tahun diminta dana 100rb rupian sebagai pengganti BOX METER tersebut. Tapi berhubung anak tersebut hanya mempunyai uang 50ribu, akhirnya sang bejad harus terima dengan separuh harga dengan dalih besok akan diminta lagi pelunasannya.
Mendengar semua cerita-cerita tersebut langsung dech saya dengan jurus emosional tingkat tinggi menjelajah seluruh kampung sekitar dengan membagikan informasi tentang kedua MAHLUK bejad tersebut. sebagian besar belum pernah di datangi dan sebagian ada yang memberi tahu bahwa sekitar seminggu yang lalu mereka pernah di datangi kedua mahluk tersebut dan sekitar 10orang yang telah ikut menjadi korban penipuan. Dan pada hari ini ada 5 orang korban termasuk saya sendiri yang saya tahu. Entah masih ada lagi atau tidak, tapi saya sendiri bermaksud ingin mencari orang tersebut sampai ketemu.
Cerita ini bisa anda anggap curhatan dari saya, atau bisa anda gunakan sebagai pengingat anda semua untuk lebih waspada dengan orang-orang bejad seperti mereka.
Jika anda bertemu dengan kedua orang tersebut dalam waktu dekat, dengan ciri-ciri membawa kuitansi seperti dibawah ini silahkan anda berhati-hati. Bahkan jika perlu anda bisa laporkan mereka kepada pihak yang berwajib, saya yakin akan banyak saksi juga bukti untuk bisa mengadili mereka. Saya sendiri bertempat tinggal di daerah Cangkringan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, dan siap menjadi saksi bila diperlukan.

Silahkan anda bagikan artikel ini kepada teman atau saudara anda agar tidak terjadi modus penipuan seperti ini lagi kedepannya. Terimakasih.


share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin